Breaking News

Tingkatkan Keamanan Jalur KA, KAI Daop 7 Bangun Pos Penjagaan di Sejumlah Titik


KEGIATAN TILIK LINTAS - Kegiatan Tilik Lintas yang dipimpin Deputy KAI Daop 7 Madiun, Alam Prasetyo, bersama Manager Operasi dan Manager Jalan Rel dan Jembatan (JJ) Daop 7 Madiun, Senin (27/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, jajaran manajemen meninjau langsung lintas Stasiun Blitar hingga Stasiun Talun.(photo by tribunjatim.com)



KEDIRI
– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat aspek keselamatan perjalanan kereta api melalui peningkatan pengawasan di sejumlah perlintasan sebidang. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pembangunan 13 pos penjagaan perlintasan sebidang (JPL) di berbagai titik wilayah operasional Daop 7 Madiun.

Pembangunan pos penjagaan tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menciptakan perjalanan kereta api yang lebih aman sekaligus mengurangi potensi kecelakaan di titik pertemuan antara jalur kereta api dan jalan raya.

Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan Tilik Lintas yang dipimpin Deputy Daop 7 Madiun Alam Prasetyo bersama Manager Operasi serta Manager Jalan Rel dan Jembatan (JJ) Daop 7 Madiun. Dalam kegiatan itu, jajaran manajemen melakukan pemeriksaan langsung terhadap jalur kereta api mulai dari Stasiun Blitar hingga Stasiun Talun.

Selain memastikan kondisi jalur tetap aman, rombongan juga meninjau perkembangan pembangunan gardu JPL 172 yang berada di kilometer 112+3/4 pada petak jalan antara Stasiun Talun dan Stasiun Garum. Gardu tersebut menjadi salah satu dari 13 pos penjagaan baru yang saat ini tengah dibangun oleh KAI Daop 7 Madiun.

Dengan adanya tambahan pos penjagaan, pengawasan terhadap aktivitas di perlintasan sebidang diharapkan semakin optimal. Kehadiran petugas penjaga di titik-titik rawan juga menjadi langkah preventif untuk menekan risiko kecelakaan yang melibatkan kereta api dan pengguna jalan.

Selain pembangunan infrastruktur keselamatan, kegiatan Tilik Lintas juga dimanfaatkan manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek operasional. Pemeriksaan mencakup kondisi rel, sistem persinyalan, fasilitas perlintasan sebidang, sarana stasiun, kebersihan lingkungan kerja, hingga kelengkapan administrasi perjalanan kereta api.

Alam Prasetyo mengingatkan seluruh petugas agar selalu menjalankan tugas sesuai aturan dan standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, budaya keselamatan harus menjadi bagian dari kebiasaan kerja seluruh insan perkeretaapian.

"Implementasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) harus terus dijalankan agar kebersihan lingkungan kerja tetap terjaga. Selain itu, pastikan perawatan sarana, prasarana, dan alat kerja dilakukan secara berkala," ujar Alam, Senin (27/7/2026).

Ia menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya bergantung pada kondisi infrastruktur, tetapi juga kedisiplinan dan kepatuhan seluruh petugas dalam menjalankan prosedur kerja.

Adapun 13 titik pembangunan JPL baru tersebut tersebar di sejumlah jalur operasional Daop 7 Madiun. Lokasinya meliputi petak jalan Minggiran-Papar, Papar-Purwoasri, Purwoasri-Kertosono, Talun-Garum, Garum-Blitar, Blitar-Rejotangan, Rejotangan-Ngunut, hingga Sumbergempol-Tulungagung.

Pemilihan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan kajian kebutuhan keselamatan operasional dan kondisi lalu lintas di sekitar perlintasan. Melalui program ini, KAI Daop 7 Madiun berharap tingkat keamanan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat pengguna jalan dapat terus meningkat.(red/lis)

© Copyright 2022 - detiknews
https://www.detiknews.web.id/p/box-redaksi.html