Breaking News

Kurangi Sampah dari Sumber, Pemkab Kepulauan Seribu Bangun Kandang Bebek di Pulau Untung Jawa

Petugas memberi pakan bebek dari hasil olahan sampah organik di kandang bebek Kepulauan Seribu.(photo by liputan6)


JAKARTA, Detik News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah dengan memanfaatkan limbah organik sebagai pakan ternak bebek di Pulau Untung Jawa. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengatakan pembangunan kandang bebek tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

"Ini terobosan yang diwujudkan Kabupaten Kepulauan Seribu guna mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber," ujar Fadjar di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, program ini dirancang agar sampah organik yang sebelumnya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak. Dengan demikian, volume sampah yang harus dibuang dapat berkurang, sementara masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi melalui hasil peternakan.

Fadjar menilai, pemanfaatan limbah organik sebagai pakan bebek merupakan langkah strategis untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor peternakan di wilayah kepulauan.

Dukung Ketahanan Pangan

Ia mengungkapkan, hasil awal dari program tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Dalam waktu dua hari setelah pemeliharaan dimulai, sebagian bebek telah mulai bertelur sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat.

"Hasilnya cukup baik, bahkan dalam dua hari, bebek sudah mulai produktif bertelur sehingga turut mendukung ketahanan pangan," kata Fadjar.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemberian pakan kepada ternak tidak boleh hanya mengandalkan sampah organik. Menurutnya, pakan tambahan tetap diperlukan agar kesehatan dan produktivitas bebek dapat terjaga dalam jangka panjang.

Fadjar menambahkan, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu terus memberikan pendampingan kepada para pengelola ternak, mulai dari aspek kesehatan hewan hingga teknik pemeliharaan yang baik.

"Di sisi lain, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu terus melakukan pendampingan agar ternak bebek tetap sehat dan produktif," ujarnya.

Berpotensi Diterapkan di Pulau Lain

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu juga akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut untuk memastikan efektivitasnya dalam mengurangi sampah sekaligus meningkatkan hasil peternakan.

Apabila hasilnya dinilai berhasil dan berkelanjutan, model pengelolaan sampah berbasis peternakan ini akan dipertimbangkan untuk diterapkan di pulau-pulau lain di wilayah Kepulauan Seribu.

"Jika berhasil, model ini bisa menjadi contoh untuk diterapkan di pulau-pulau lain," tegas Fadjar.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi, mengatakan program ternak bebek di Pulau Untung Jawa merupakan salah satu bentuk nyata implementasi kebijakan pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumber.

Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, sekaligus mempercepat pencapaian target pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

"Kami berharap inovasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh wilayah di Kepulauan Seribu untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mempercepat pencapaian target pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber," ujar Achmad.

Melalui program ini, Pemkab Kepulauan Seribu berharap pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui sektor peternakan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan.(red/lis)

© Copyright 2022 - detiknews
https://www.detiknews.web.id/p/box-redaksi.html