Breaking News

Benda Misterius di Sungai Manggar Blitar Ternyata Bom Pesawat Aktif Seberat 100 Kg

Bom aircraft yang ditemukan di sungai Kota Blitar dipastikan masih aktif.(photo by detikjatim)


Blitar – Benda mencurigakan yang ditemukan seorang pemancing di aliran Sungai Jalan Manggar, Kota Blitar, dipastikan merupakan bom jenis aircraft yang masih aktif. Temuan yang sempat diduga sebagai peninggalan Perang Dunia II tersebut berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari Jibom Brimob Polda Jawa Timur bersama Polres Blitar Kota.

Setelah proses pengangkatan berhasil dilakukan, benda berbahaya itu langsung diamankan untuk selanjutnya menjalani proses pemusnahan atau disposal. Aparat memastikan tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan karena bom tersebut masih memiliki potensi ledakan.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris T. Lalo mengatakan, hasil pemeriksaan sementara tim penjinak bom memastikan benda yang ditemukan di sungai tersebut merupakan bom udara atau aircraft bomb.

"Sore ini, puji Tuhan, tim berhasil mengangkat benda tersebut. Setelah diperiksa ternyata memang merupakan mortir yang bisa dikategorikan sebagai bom udara atau bom aircraft," ujar Lalo saat ditemui di Mako Polres Blitar Kota, Kamis (9/7/2026).

Menurut Lalo, bom tersebut memiliki ukuran cukup besar dengan panjang sekitar 1,5 meter dan diameter antara 25 hingga 30 sentimeter. Sementara bobotnya diperkirakan mencapai 50 sampai 100 kilogram.

Usai dievakuasi, bom tersebut kemudian dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk dilakukan proses disposal. Polisi memilih lokasi yang jauh dari kawasan permukiman warga guna menghindari risiko apabila terjadi ledakan saat proses pemusnahan.

"Beratnya diperkirakan sekitar 50 sampai 100 kilogram. Saat ini sudah dibawa untuk proses disposal dengan mempertimbangkan lokasi yang jauh dari permukiman masyarakat," jelasnya.

Tim Jibom memastikan kondisi bom tersebut masih aktif meski sebagian permukaannya mengalami korosi akibat lama berada di dalam aliran sungai. Benda tersebut ditemukan dalam posisi terjepit batu dan tertanam dengan kemiringan sekitar 30 derajat.

"Menurut tim Jibom, bom tersebut masih aktif. Posisinya terjepit batu sehingga sudah mengalami karat. Tidak ada tulisan atau tanda yang terlihat karena kemungkinan sudah lama tertanam di lokasi tersebut," terang Lalo.

Terkait asal-usul bom tersebut, polisi masih melakukan pendalaman. Meski demikian, berdasarkan bentuk dan karakteristik fisiknya, benda itu diduga kuat merupakan bom pesawat peninggalan masa lalu.

"Kami belum mengetahui pasti tahun pembuatannya. Bisa saja berkaitan dengan masa agresi militer atau periode lainnya. Yang jelas, dari kondisi fisiknya, benda tersebut merupakan bom mortir pesawat yang sudah lama berada di lokasi," ungkap Lalo.

Polres Blitar Kota memastikan proses pemusnahan akan dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku oleh personel Jibom. Seluruh tahapan akan memperhitungkan berbagai parameter keamanan agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.

"Proses disposal akan dilanjutkan sesuai SOP Tim Jibom dengan memperhatikan seluruh parameter keselamatan agar tidak menimbulkan risiko bagi warga," pungkasnya.(red/lis)

© Copyright 2022 - detiknews
https://www.detiknews.web.id/p/box-redaksi.html